Peluang Bisnis Naturally Plus: “Tukang Masak Selama 24 Tahun yang Menjadi Milyarder (Income Rp.1,2 Milyar / Bln)”

Peluang Bisnis Naturally Plus:

Sabtu siang kemarin seusai menyampaikan presentasi Natural Info Tim XLER8 System di Kantor Naturally Plus Indonesia, saya diminta menjelaskan lebih lanjut peluang & prospek bisnis Naturally Plus. Di sebuah ruang meeting kecil, di sebelah ruang seminar, ada sekitar 8 orang ibu-ibu dengan seksama menyimak penjelasan saya.

Setelah saya jelaskan panjang lebar kredibilitas perusahaan Naturally Plus dan potensi bisnisnya yang memiliki visi bisnis 100 tahun, lalu saya bertanya ke salah seorang ibu, sebutlah namanya Ibu Dewi, beliau dari Tangerang.

“Bu Dewi, jika hari ini income ibu Rp. 220 juta per bulan, ibu mau gunakan untuk apa uang tersebut?” Ibu Dewi tersenyum seperti mengejek saya. Tapi saya menatapnya dengan sangat serius. Lalu ibu-ibu lainnya ikut tersenyum keras ….

Lalu saya bilang: “Lho, ibu-ibu ini kok malah mengejek saya ….?”

“Bukan mengejek pak. Ibu Dewi ini tidak bingung mau digunakan untuk beli apa. Yang dia bingung justru apa betul bisa mendapatkan Rp. 220 juta per bulan?”

“Berarti Bu Dewi tidak percaya jika mampu mendapatkan income Rp. 220 juta per bulan?” Tanya saya. Tapi mereka tidak ada yang menjawab. Hanya tersenyum lalu hening.

“Baik saya mau tanya, Ibu Dewi maaf, boleh tahu apa profesi ibu?”

“Saya guru SMA pak.” Kata bu Dewi.

“PNS ya bu?”

“Betul pak.”

peluang bisnis naturally plus, kantor naturally plus, launching naturally plus indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

Foto saat launching PT. Naturally Plus Indonesia di Jakarta, 16 Juni 2011. Karena membludak, banyak yang tertahan tidak bisa masuk ruang acara: Gelombang bisnis Naturally Plus …..

 

“Sudah berapa tahun bu menjadi guru PNS?”

“25 tahun pak.”

“Wah, pengabdian yang luar biasa bu.” Kata saya.

Setelah kondisinya agak sedikit hening, lalu saya melanjutkan lagi:

“Bu Dewi, mau ibu saya tunjukkan, orang yang usianya lebih tua dari ibu, profesinya (latar belakangnya) pun tidak sehebat ibu, tapi income per bulannya Rp. 1,2 milyar?”

“Mau pak, mana orangnya?”

Lalu saya tersenyum melihat ibu-ibu yang lain pada penasaran.

“Sekitar 2 minggu yang lalu, orangnya datang ke Indonesia. Beliau adalah Ibu Michiko Takito. Usianya 59 tahun. Sebelum menjalankan bisnis ini, beliau adalah seorang juru masak di sebuah Vihara di Jepang. Beliau menjadi juru masak selama 24 tahun.”

Lalu saya tambahkan: “Masa, seorang guru SMA kalah hebat dengan seorang nenek-nenek yang profesinya tukang masak di dapur selama 24 tahun ……… ?”

“Income beliau Rp.1,2 milyar per bulan lho bu. Coba kalau dihitung per harinya berapa juta?” Tanya saya sambil tersenyum melihat ibu-ibu menatap dengan penuh serius seperti tertantang dengan cerita saya tentang Ibu Michiko Takito.

Lalu ada seorang ibu yang menjawab: “Berarti seharinya incomenya Rp. 40 juta pak!”

“Nah, berarti untuk mendapatkan income Rp. 220 juta beliau cukup membutuhkan waktu kurang dari 1 minggu, betul kan?” Ibu-ibu pun mengangguk.

“Jadi bagaimana kalau 1 bulan Rp. 220 juta kok ibu Dewi bilang tidak mungkin? Apanya yang tidak mungkin?” Tanya saya sambil menatap Ibu Dewi.

“Baik, saya kasih contoh yang lain. Tapi sebelumnya saya ingin tanya, di sini ada yang usianya sudah mencapai 71 tahun?”

“Belum pak”, jawab ibu-ibu serempak.

“Ada seorang ibu, namanya Ibu Kazuyo Yoshida. Beliau usianya 71 tahun. Profesinya hanya ibu rumah tangga. Awalnya ibu kita ini memiliki masalah di mata. Setelah 3 bulan konsumsi, matanya menjadi lebih jelas melihat. Lalu beliau menjalankan bisnisnya. Sekarang income beliau adalah Rp. 400 juta per bulan.”

“Pertanyaan saya, seandainya hari ini Ibu Kazuyo Yoshida dipanggil Tuhan atau dengan kata lain meninggal dunia, apakah Rp. 400 juta nya per bulan hilang?” Ibu-ibu kaget dengan pertanyaan saya. Dan mereka tak satupun bisa menjawab.

“Tidak bu. Bonus Rp. 400 juta per bulan akan menjadi harta warisan bagi anak cucunya, yang terus diterima setiap bulannya. Bahkan angkanya akan terus naik, seiring naiknya (bertambahnya) jaringan dan omzet bisnis almarhum yang telah meninggal.”

“Itu betul pak?” Tanya seorang ibu keheranan.

“Hari ini sudah terjadi di Jepang dan negara lain yang Naturally Plus sudah dibuka terlebih dahulu. Ingat, bisnis ini sudah berjalan 11 tahun lebih di Jepang.”

“Nah, sekarang giliran saya bertanya ke Ibu Dewi. Maaf bu, jangan marah ya?”

“Nggak pak, silahkan.” Jawab Ibu Dewi.

“Seandainya Ibu Dewi dipanggil Allah SWT hari ini, apakah gaji ibu setiap bulan yang selama ini ibu terima sebagai seorang PNS, akan tetap diterima oleh ahli warisnya?”

“Tetap diterima pak, tapi bentuknya pensiun. Dan jumlahnya tidak sebesar gaji ketika masih hidup.” Kata seorang ibu di sebelah ibu Dewi yang berprofesi sama-sama guru.

“Maksudnya uang pensiunnya lebih kecil dari gaji aktifnya?” Tanya saya. Dan mereka mengangguk.

“Lho, bukankah mengabdinya lebih lama dari Ibu Kazuyo Yoshida yang belum sampai 10 tahun menjalankan bisnis Naturally Plus ini?”

“Iya sih pak ….. !”

Karena waktu sudah sore, akhirnya diskusi bisnis dengan ibu-ibu berakhir …..

Takito, Naturally Plus

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ibu Michiko Takito saat usia 58 tahun. Gambar di atas diambil tanggal 12-03-2011 ketika beliau seminar di Jakarta sebelum Kantor Naturally Plus buka. Perhatikan: Efek S Lutena membuat beliau awet muda. Beliau konsumsi S Lutena sejak tahun 2000.

seminar bisnis naturally plus, presentasi bisnis naturally plus, peluang bisnis naturally plus

 Serius menyimak seminar Ibu Michiko Takito, Jakarta 06 Maret 2012.

Mau bergabung bersama Naturally Plus ?

Hubungi Perwakilan Kami berikut ini :

NO NAMA KOTA PERWAKILAN NO HP/WHATSAPP
1. Siti Nursolekhah, S.Kep Ns Depok, Jawa Barat  0878-7757-3419
2.  Vinie Martina, SE.  Yogyakarta  0878-3962-3858
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s